Jumat, 28 Juni 2013

Prompt #18 : BUAH MERAH



Seberkas sinar menyilaukan dibalik dedaunan benar-benar membuatku takjub, hamparan bunga warna warni dan beraneka buah-buahan disana sini, membuatku sedikitpun tak ingin beranjak dari tempat ini.

“Surgakah ini?.” batinku.

tanpa sadar tanganku menyentuh tangkai buah berwarna merah yang menggantung tepat didepanku, buah berbentuk aneh yang belum pernah kulihat sebelumnya. Namun sentuhan jemari tanganku terhenti ketika terdengar sapaan halus dari belakang.

“Rasanya sangat manis, cobalah…,”

Sontak aku menoleh dan melihat bayangan seorang laki-laki menghampiriku. Aku hanya diam sambil menatap lurus kearahnya, ingin tahu.

“Lihatlah sinar menyilaukan itu, Buah itu akan mengantarkanmu menuju kesana,” Katanya sambil menatapku lembut. Kemudian tersenyum sembari menunjuk kebalik dedaunan yang berubah keemasan.

“Kau ingin kesana, bukan?”

Aku tetap diam tanpa mengalihkan perhatianku darinya, dengan mata penuh selidik.

“Buang keraguanmu, Percayalah padaku…!!”.

Kemudian laki-laki itu memetik buah aneh itu dan menyerahkannya padaku sambil memintaku memakannya. tetap dengan tatapan lembut dan senyum menawannya. Benar katanya, buah itu memang sangat manis dan aku dengan rakus menghabiskannya tanpa sisa. tepat setelah itu, perlahan tubuhku terasa bergerak kesana kemari seperti kapas yang tertiup angin. tubuhku mendadak kaku. Panik, terbayang jika tubuh gemetarku terhempas kebawah. Dengan mata terus terpejam, aku bergidik ngeri.

Entah berapa lama aku melayang hingga akhirnya aku terhempas disebuah ruangan besar yang membuatku memicingkan mata. Kuedarkan pandangan kesegala arah dan berdecak kagum dengan apa yang kulihat. tepat di ujung ruangan aku melihat seseorang duduk di kursi dengan jubah layaknya Raja, sepertinya  terbuat dari emas. Bahkan semua yang ada diruangan ini penuh emas, tanpa terkecuali. 

“Inikah sinar menyilaukan yang kulihat tadi?” batinku tak percaya.

Seseorang dari kursi itu bergerak dan berjalan menghampiriku. Ia mengulurkan tangannya.

“Selamat datang di istanaku, Ratuku…,”

Apa? Ratu? 

Aku melangkah mundur ingin menjauh, namun genggaman tangannya membuat seluruh tubuhku kaku. Ia menuntunku menuju kursi kebesarannya dan memperkenalkanku keseluruh ruangan yang menunduk hormat padanya, juga aku!!. Ia terus berbicara tanpa henti namun yang kutangkap hanyalah bahwa Istana indah ini akan menjadi milikku. Aku benar-benar tak mengerti, ada apa ini?

Kepalaku tiba-tiba sakit sekali. Aku memejamkan mata, namun suara berisik yang terdengar memaksaku membuka mata. Heran bercampur ngeri membayang diwajahku melihat ruangan penuh dengan wajah penuh senyuman. 

Senyuman? tidak!! tepatnya menyeringai… 

Aku berlari kesana kemari. Ketakutan. Pegangan erat dikaki dan tangan membuatku semakin tak mampu bergerak. Aku menangis memohon agar mereka sudi melepaskanku, namun teriakan marah sang Raja membuat ruangan menjadi sunyi seketika. 

“Jangan biarkan ia lolos, cepat masukkan ia kedalam kerangkeng itu”.

tanpa suara, mereka melemparkanku kedalam kerangkeng tak jauh dari situ. Aku berontak dan histeris. tak seorangpun menghiraukanku. 

tubuhku melemah dan mataku kian berat namun sebelum benar-benar pingsan, mataku menangkap sesosok wajah diantara orang-orang itu menatapku dengan sayu. Aku mulai mengerti. Aku dan semua orang diruangan ini punya kesamaan wujud. Penuh bulu dan berekor. Dan laki-laki itu, aku mengenalinya…

                                                 *********

Aku terbangun. Lissa yang tidur disampingku, meronta-ronta dan menjerit. aku berlari keluar dari kamar. Menutup pintu rapat-rapat setelah sebelumnya melirik piring tempatku meletakkan buah merah itu. Kosong.

“Sudah waktunya ternyata”. gumamku dengan pandangan penuh arti ketika melihat sekelebat bayangan menerobos dari balik jendela. terbayang olehku akan setumpuk uang disudut kamar. Aku tersenyum puas. 

# 496

24 komentar:

  1. Kasih Clue nya donf mksud dr " “Sudah waktunya ternyata”. hehe mau ngapain ya? Keren ceritanya tp blm nangkep endjngnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. aduhh, gimana ya, jelasinnya. terkendala sama kata nich.... jdi ngegantung ya....., pengen nya itu si lissa jadi persembahan diwaktu2 tertentu sama si Aku nya...., gmana ya jelasin di ceritanya??

      Hapus
  2. Aku juga nggak terlalu ngerti sama ceritanya. Jelasin dong. Hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin clue y di setumpuk uang itu, cuma bingung mo jelasin panjang2, kelebihan kata jadi nya jadi dech dipangkas-pangkas. jadi gak jelas gitu ya crita nya......aduhhhh.....*tutup muka*

      Hapus
  3. Balasan
    1. iya gitu deh maksudnya,, cuma gak kebaca ya ending nya?

      Hapus
  4. Tantangan FF memang menggunakan kalimat efektif dan tidak bertele-tele tapi tepat sasaran. DAn itu suliiiit... Saya sendiri ndak bisa-bisa T~T
    Idenya bagus, Kak ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, susah bener bagi pemula sepertiku,, tapi insya allah klo rajin belajar nanti juga terbiasa ya kan.... ayo coba, kalo gak dicoba kan gak tau dmana kesalahannya......

      makasih ya...

      Hapus
  5. Balasan
    1. iya, maksud nya gitu, cuma berasa aneh ya....hehee....

      Hapus
  6. Hai mak...

    Berlatih lagi menggunakan kalimat yang efektif, dan tepat sasaran ya :D Mending ga usah main diksi dulu kalau belum bisa memadatkan cerita. Dalam FF yang penting adalah cerita yang singkat, padat dan jelas. Kalo udah, baru deh main diksi :D IMO.

    Sama berlatih penggunaan tanda baca dan huruf kapital. Semuanya sudah ada di blog MFF. Sila dicari saja. :D

    Keep writing!

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih, Mak Carra.... saran dan kritiknya. masih belajar and perdana buatnya...,, mdh2n semakin lama akunya semakin bisa,,

      nanti diubek-ubek lagi deh file MFF nya...tengkyu, mak....:)

      Hapus
  7. wau liat komennya red carra lugas banget hehe, asik tuh ada komentator yg mau berbagi spt itu :) btw bagiku ceritanya menarik baik awal n endingnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ehheeehe....kan Mak Carra mentor kita semua, emang masukan yg banyak yg aku butuhkan, kalo gak ada kritik and sarannya aku kan jadi gak tau yg aku tulis bener atau gak.....tapi dengan begini aku jadi tau kekuranganku...., emang sulit sich, tapi kalo berlatih terus aku yakin aku bisa.....,,, hehee...

      Hapus
  8. Ceritanya bagus.

    Sedikit masukan. Untuk paragraf pembuka, jangan berlama-lama mendekripsikan tempat. Apalagi ini FF. Pembaca harus langsung diberi yang nendang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih masukannya,, perdana nich...hehee...

      Hapus
  9. Mungkin saya lemot ya, tapi endingnya saya belom mudeng.. :)

    Tetap semangat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, maaf ya...masih belajar nich,, sangat banyak kekurangan.

      Insya Allah nanti dicoba lagi..:) makasih ya...

      Hapus
  10. baca endingnya sih tadi kepikiran soal mau dijual Lissanya. "sudah waktunya"; uang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. duuhh.....,, parah banget nich FF ku....

      btw, makasih ya....

      Hapus
  11. aku ngerti idenya. bagus.

    tapi saran soal pemilihan kata dri Carra itu harus dipertimbangkan. jangan memaksakan diri terlihat 'tinggi'. mendingan simpel tapi kuat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehee,,,,,, makasih masukannya, mbak..... iya, masih belajar nich....:)

      Hapus
  12. Bagus kok mbak. tiap orang punya gaya cerita sendiri/.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehee...makasih, mbak...:) butuh banyak masukan, perdana soalnya....:)

      Hapus