Seberkas sinar menyilaukan dibalik dedaunan benar-benar
membuatku takjub, hamparan bunga warna warni dan beraneka buah-buahan disana
sini, membuatku sedikitpun tak ingin beranjak dari tempat ini.
“Surgakah ini?.” batinku.
tanpa sadar tanganku menyentuh tangkai buah
berwarna merah yang menggantung tepat didepanku, buah berbentuk aneh yang belum
pernah kulihat sebelumnya. Namun sentuhan jemari tanganku terhenti ketika terdengar
sapaan halus dari belakang.
“Rasanya sangat manis, cobalah…,”
Sontak aku menoleh dan melihat bayangan seorang laki-laki
menghampiriku. Aku hanya diam sambil menatap lurus kearahnya, ingin tahu.
“Lihatlah sinar menyilaukan itu, Buah itu akan
mengantarkanmu menuju kesana,” Katanya sambil menatapku lembut. Kemudian
tersenyum sembari menunjuk kebalik dedaunan yang berubah keemasan.
“Kau ingin kesana, bukan?”
Aku tetap diam tanpa mengalihkan perhatianku darinya,
dengan mata penuh selidik.
“Buang keraguanmu, Percayalah padaku…!!”.
Kemudian laki-laki itu memetik buah aneh itu dan menyerahkannya
padaku sambil memintaku memakannya. tetap dengan tatapan lembut dan senyum
menawannya. Benar katanya, buah itu memang sangat manis dan aku dengan rakus
menghabiskannya tanpa sisa. tepat setelah itu, perlahan tubuhku terasa bergerak
kesana kemari seperti kapas yang tertiup angin. tubuhku mendadak kaku. Panik, terbayang
jika tubuh gemetarku terhempas kebawah. Dengan mata terus terpejam, aku
bergidik ngeri.
Entah berapa lama aku melayang hingga akhirnya aku
terhempas disebuah ruangan besar yang membuatku memicingkan mata. Kuedarkan
pandangan kesegala arah dan berdecak kagum dengan apa yang kulihat. tepat di
ujung ruangan aku melihat seseorang duduk di kursi dengan jubah layaknya Raja, sepertinya
terbuat dari emas. Bahkan semua yang ada
diruangan ini penuh emas, tanpa terkecuali.
“Inikah sinar menyilaukan yang kulihat tadi?”
batinku tak percaya.
Seseorang dari kursi itu bergerak dan berjalan
menghampiriku. Ia mengulurkan tangannya.
“Selamat datang di istanaku, Ratuku…,”
Apa? Ratu?
Aku melangkah mundur ingin menjauh, namun
genggaman tangannya membuat seluruh tubuhku kaku. Ia menuntunku menuju kursi
kebesarannya dan memperkenalkanku keseluruh ruangan yang menunduk hormat
padanya, juga aku!!. Ia terus berbicara tanpa henti namun yang kutangkap
hanyalah bahwa Istana indah ini akan menjadi milikku. Aku benar-benar tak
mengerti, ada apa ini?
Kepalaku tiba-tiba sakit sekali. Aku memejamkan
mata, namun suara berisik yang terdengar memaksaku membuka mata. Heran
bercampur ngeri membayang diwajahku melihat ruangan penuh dengan wajah penuh
senyuman.
Senyuman? tidak!! tepatnya menyeringai…
Aku berlari kesana kemari. Ketakutan. Pegangan
erat dikaki dan tangan membuatku semakin tak mampu bergerak. Aku menangis
memohon agar mereka sudi melepaskanku, namun teriakan marah sang Raja membuat
ruangan menjadi sunyi seketika.
“Jangan biarkan ia lolos, cepat masukkan ia
kedalam kerangkeng itu”.
tanpa suara, mereka melemparkanku kedalam kerangkeng
tak jauh dari situ. Aku berontak dan histeris. tak seorangpun menghiraukanku.
tubuhku melemah dan mataku kian berat namun sebelum
benar-benar pingsan, mataku menangkap sesosok wajah diantara orang-orang itu
menatapku dengan sayu. Aku mulai mengerti. Aku dan semua orang diruangan ini
punya kesamaan wujud. Penuh bulu dan berekor. Dan laki-laki itu, aku
mengenalinya…
*********
Aku terbangun. Lissa yang tidur disampingku,
meronta-ronta dan menjerit. aku berlari keluar dari kamar. Menutup pintu
rapat-rapat setelah sebelumnya melirik piring tempatku meletakkan buah merah
itu. Kosong.
“Sudah waktunya ternyata”. gumamku dengan pandangan penuh arti ketika melihat sekelebat bayangan menerobos dari balik jendela. terbayang olehku akan setumpuk uang disudut kamar. Aku tersenyum puas.
# 496
Kasih Clue nya donf mksud dr " “Sudah waktunya ternyata”. hehe mau ngapain ya? Keren ceritanya tp blm nangkep endjngnya
BalasHapusaduhh, gimana ya, jelasinnya. terkendala sama kata nich.... jdi ngegantung ya....., pengen nya itu si lissa jadi persembahan diwaktu2 tertentu sama si Aku nya...., gmana ya jelasin di ceritanya??
HapusAku juga nggak terlalu ngerti sama ceritanya. Jelasin dong. Hehe.
BalasHapusmungkin clue y di setumpuk uang itu, cuma bingung mo jelasin panjang2, kelebihan kata jadi nya jadi dech dipangkas-pangkas. jadi gak jelas gitu ya crita nya......aduhhhh.....*tutup muka*
HapusTtg babi ngepet gt bkn y?
BalasHapusiya gitu deh maksudnya,, cuma gak kebaca ya ending nya?
HapusTantangan FF memang menggunakan kalimat efektif dan tidak bertele-tele tapi tepat sasaran. DAn itu suliiiit... Saya sendiri ndak bisa-bisa T~T
BalasHapusIdenya bagus, Kak ^^
iya, susah bener bagi pemula sepertiku,, tapi insya allah klo rajin belajar nanti juga terbiasa ya kan.... ayo coba, kalo gak dicoba kan gak tau dmana kesalahannya......
Hapusmakasih ya...
tentang pesugihan ya mba..?
BalasHapusiya, maksud nya gitu, cuma berasa aneh ya....hehee....
HapusHai mak...
BalasHapusBerlatih lagi menggunakan kalimat yang efektif, dan tepat sasaran ya :D Mending ga usah main diksi dulu kalau belum bisa memadatkan cerita. Dalam FF yang penting adalah cerita yang singkat, padat dan jelas. Kalo udah, baru deh main diksi :D IMO.
Sama berlatih penggunaan tanda baca dan huruf kapital. Semuanya sudah ada di blog MFF. Sila dicari saja. :D
Keep writing!
makasih, Mak Carra.... saran dan kritiknya. masih belajar and perdana buatnya...,, mdh2n semakin lama akunya semakin bisa,,
Hapusnanti diubek-ubek lagi deh file MFF nya...tengkyu, mak....:)
wau liat komennya red carra lugas banget hehe, asik tuh ada komentator yg mau berbagi spt itu :) btw bagiku ceritanya menarik baik awal n endingnya :)
BalasHapusehheeehe....kan Mak Carra mentor kita semua, emang masukan yg banyak yg aku butuhkan, kalo gak ada kritik and sarannya aku kan jadi gak tau yg aku tulis bener atau gak.....tapi dengan begini aku jadi tau kekuranganku...., emang sulit sich, tapi kalo berlatih terus aku yakin aku bisa.....,,, hehee...
HapusCeritanya bagus.
BalasHapusSedikit masukan. Untuk paragraf pembuka, jangan berlama-lama mendekripsikan tempat. Apalagi ini FF. Pembaca harus langsung diberi yang nendang.
makasih masukannya,, perdana nich...hehee...
HapusMungkin saya lemot ya, tapi endingnya saya belom mudeng.. :)
BalasHapusTetap semangat!
iya, maaf ya...masih belajar nich,, sangat banyak kekurangan.
HapusInsya Allah nanti dicoba lagi..:) makasih ya...
baca endingnya sih tadi kepikiran soal mau dijual Lissanya. "sudah waktunya"; uang...
BalasHapusduuhh.....,, parah banget nich FF ku....
Hapusbtw, makasih ya....
aku ngerti idenya. bagus.
BalasHapustapi saran soal pemilihan kata dri Carra itu harus dipertimbangkan. jangan memaksakan diri terlihat 'tinggi'. mendingan simpel tapi kuat.
hehee,,,,,, makasih masukannya, mbak..... iya, masih belajar nich....:)
HapusBagus kok mbak. tiap orang punya gaya cerita sendiri/.
BalasHapushehee...makasih, mbak...:) butuh banyak masukan, perdana soalnya....:)
Hapus