Dengan perasaan tak menentu, aku mencoba melepasmu secara perlahan. Aku tau ini bukanlah cara yang terbaik, tapi hanya itu yang bisa aku lakukan. Andai aku bisa mengunkapkan, bahwa aku juga menyayangimu dengan tulus dan mulai membuka hati untukmu, namun adakah arti dari semua itu???
Mungkin awal yang salah, tapi aku tak pernah menyesali pertemuan kita. Aku tau kau terluka dengan sikapku, aku tau kau merasa hampa dengan perkataanku. Andai kau tau, aku juga tersiksa dengan rasa ini, aku dengan sekuat tenaga berusaha meredam luapannya. Hatiku sakit, jiwaku sakit pun ragaku terasa tidak pada tempatnya.
Tahukah kau, malam ini aku menangis, menangis dengan tatapan hampa, aku menangis karena melepasmu.
Tahukah kau, malam ini aku mernidukanmu, merindukan SMS mu yang selalu aku cela, merindukan telepon mu yang setiap saat membuat handpone ku berdering. SMS dan Telepon yang tak henti-henti meswki jarang aku respon. Mulai merindukan wajahmu, merindukan gerak langkahmu, akhirnya aku mulai merindukanmu yang telah kulepas pergi.
Maafkan sikapku, maafkan kekanak-kanakanku. Aku mengerti niat baikmu, namun aku masih belum bisa hidup seperti yang kau sodorkan kepadaku. Mungkin aku sombong dan egois, mungkin aku terlalu angkuh dengan perasaan ini, namun aku lakukan ini karna aku tak ingin mengecewakan orang-orang disekelilingku, Orang tua, keluarga dan teman-temanku.
Aku mohon, mengerti lah...bahwa cinta mungkin memang tidak harus memiliki. Aku pasti akan mengingatmu yang pernah sangat baik dan peduli padaku.
For U : S
Mungkin awal yang salah, tapi aku tak pernah menyesali pertemuan kita. Aku tau kau terluka dengan sikapku, aku tau kau merasa hampa dengan perkataanku. Andai kau tau, aku juga tersiksa dengan rasa ini, aku dengan sekuat tenaga berusaha meredam luapannya. Hatiku sakit, jiwaku sakit pun ragaku terasa tidak pada tempatnya.
Tahukah kau, malam ini aku menangis, menangis dengan tatapan hampa, aku menangis karena melepasmu.
Tahukah kau, malam ini aku mernidukanmu, merindukan SMS mu yang selalu aku cela, merindukan telepon mu yang setiap saat membuat handpone ku berdering. SMS dan Telepon yang tak henti-henti meswki jarang aku respon. Mulai merindukan wajahmu, merindukan gerak langkahmu, akhirnya aku mulai merindukanmu yang telah kulepas pergi.
Maafkan sikapku, maafkan kekanak-kanakanku. Aku mengerti niat baikmu, namun aku masih belum bisa hidup seperti yang kau sodorkan kepadaku. Mungkin aku sombong dan egois, mungkin aku terlalu angkuh dengan perasaan ini, namun aku lakukan ini karna aku tak ingin mengecewakan orang-orang disekelilingku, Orang tua, keluarga dan teman-temanku.
Aku mohon, mengerti lah...bahwa cinta mungkin memang tidak harus memiliki. Aku pasti akan mengingatmu yang pernah sangat baik dan peduli padaku.
For U : S
Tidak ada komentar:
Posting Komentar